Selasa, 11 November 2014
Pukul 22:38
Tittle: Unexpected Married
Author: Shella Juwita
Cast: Byun Baekhyun, Kim Taeyeon, Im Yoon Ah
Genre: Sad, romance, agak kejam
Disclaimer: Semua cast milik Tuhan dan SMENT,tapi ini 100% karangan liar author, so hargai FF ini :3
Note: Taeyeon lebih muda dari Baekhyun
"Jinjja? Minggu depan?"
"Tentu"
"Kyaa, chukkae Taeyeon"
"Ne gomawo yoona"
Ya sekitar 7 hari lagi aku akan mempunyai gelar 'Nyonya Byun'. Ah aku tidak sabar menunggu hari itu.
..
..
..
'Chagi bagaimana jika besok kita berdua membeli cincin untuk pernikahan kita?' Malam itu Baekhyun meneleponku. Tak bisa kupungkiri jika lusa aku akan menikah. Menikah dengan seorang Byun Baekhyun. Aku harap lusa akan berjalan dengan baik dan lancar.
'Ne oppa besok aku menunggu kau menjemputku di rumah.'
'Yasudah ini sudah terlalu larut. Tidurlah dengan nyenyak dan jangan lupa mimpikan aku ne, haha. Jumuseyo'
'Hmm selamat malam oppa'
Sifat Baekhyun sejak kita masih pacaran hingga akan menikah belum saja berubah. Terkadang egonya terlalu tinggi. Dan yang aku suka dari Baekhyunku ini adalah sifat periang dan humorisnya. Tetapi jujur saja, aku tidak bisa melupakan bayangan wajahnya terutama saat aku sedang sendiri.
"Haah aku harap besok akan menjadi hari yang menyenangkan bagi aku dan Baekhyun" gumamku seraya membantingkan tubuhku ke atas ranjang.
"Hey Yoong, apa aku sudah cantik?" Aku memutar-mutar tubuhku di depan cermin dan bertanya pada Yoona yang sedari tadi duduk di ranjang di belakangku dan melihat tingkah anehku sejak pagi tadi.
"Eumm kau sungguh cantik" kulihat Yoona beberapa kali mengucak matanya karena ia baru saja bangun. Atau karena kagum melihat kecantikanku? Haha entahlah.
_Ting Nong_
"Ne nuguya?" Teriakku dari dalam rumah.
"Aku ingin menjemput princessku haha" tunggu, sepertinya aku mengenali suara ini.
"Ne sebentar sebentar" aku bergegas menuju pintu dan membukanya.
"Oh ternyata kau. Masuklah" ucapku bermalasan setelah mengetahui siapa orang di balik pintu rumahku dan Taeyeon.
"Gomawo Yoon-ah. Eung.. Dimana Taeyeonku?" Tanya baekhyun heran ketika melihat keadaan rumah sepi.
"Sebentar biar kupanggilkan dia" aku pergi meninggalkan baekhyun sendiri di ruang tamu. Hah biarlah aku tak peduli.
"Yak! Cepatlah berdandannya, baekhyun sudah menunggumu di depan" omelku pada taeyeon
"Jinjja? Aku harus segera menyusulnya" ucap taeyeon bersemangat
"Aish dasar calon pengantin baru" gumamku pelan yang kuyakin tak akan terdengar oleh Taeyeon karena ia begitu semangat jika sudah mendengar nama calon suaminya itu.
[Taeyeon Pov]
"Aku harus tampil cantik di depan calon suamiku" aku terus melapisi wajahku dengan bedak brandedku ini. Haha.
""Yak! Cepatlah berdandannya, baekhyun sudah menunggumu di depan" sontak aku terkejut mendengar perkataan Yoona. Baekhyun sudah sampai. Kyaa aku harus segera menemuinya.
"Jinjja? Aku harus segera menyusulnya" ucapku bersemangat meninggalkan Yoona di kamar. Aku sempat merasa jika Yoona mengatakan sesuatu, tetapi aku enyahkan begitu saja.
"Kita akan kemana oppa?" Akhirnya pertanyaanku memecah keheningan antara kami berdua.
"Ah lihat saja nanti, chagi" jawab baekhyun seraya mengacak rambutku
"Yak oppa! Aku sudah berdandan sekitar 2 jam hanya untuk rambutku saja tahu!" Omelku pada baekhyun yang menyunggingkan evil smirk saat aku membentaknya.
"Tadaa... kita sudah sampai" kejut baekhyun padaku. Tiba-tiba Baekhyun menggandeng tanganku menuju ke salah satu toko berlian di mall ini.
"Chagi, pilihlah cincin sesuka hatimu" Ya aku tahu. Baekhyun adalah pewaris harta ayahnya yang dua tahun lalu meninggal karena sakit jantung. Baekhyun mewarisi dua buah perusahaan dam dua buah restoran. Sungguh harta yang melimpah. Tetapi aku mencintai Baekhyun karena ada rasa nyaman dan damai jika berada di dekatnya. Bukan karena hartanya. Baekhyunpun begitu. Walau aku hanya anak kost tetapi kuyakin Baekhyun juga sangat mencintaiku. Hah aku tahu aku terlalu percaya diri. Tetapi tak apa kan jika memang itu nyata?.
[Baekhyun Pov]
"5000 won? Ah murah sekali. Aku ambil satu ne. Kamsahamnida" sejak datang ke tempat ini aku sudah tertarik oleh toko penjual permen kapas itu. Kutinggalkan Taeyeon di toko berlian diam-diam untuk membelikannya permen kapas, makanan kesukaan Taeyeon.
Aku berjalan terburu-buru menuju toko berlian tempat aku meninggalkan Taeyeon sebelum ia sadar aku meninggalkannya. Kupercepat langkahku dengan fokus kepada permen kapas berwarna merah muda di tanganku.
Bukk..
'ah sial mengapa harus jatuh?' Gumamku kesal saat ada seseorang yang menabrakku. Aku terjatuh. Dompet serta permen kapasku terjatuh. Kulihat yeoja yang kutabrak di depanku merasa juga terjatuh dan kesakitan. Rangkaian bunga yang ia bawa jatuh berantakan. Aku membantunya membereskan rangkaian bunganya dan mengembalikan kepada yeoja itu. Tetapi saat kusodorkan rangkaian bunga itu pada yeoja di depanku, Taeyeon datang dengan mata berkaca-kaca. Aku menjatuhkan bunganya tanpa beralih pandangan dari Taeyeon.
"Kau salah paham chagi" Aku berjalan mendekati Taeyeon dan berusaha memegang tangannya. Namun apadaya. Taeyeon malah menamparku dan berlari menjauhiku.
[Taeyeon Pov]
'Tak kusangka. Baekhyun. Calon suamiku menduakan aku dengan yeoja murahan seperti dia. Hiks.. hiks..' aku terus berlari sekuat tenaga tanpa arah yang pasti. Tetesan air mataku jatuh meninggalkan jejak kesedihan sepanjang jalan aku berlari. Tak kusangka juga, besok adalah hari pernikahan aku dan Baekhyun. Tetapi mengapa ia tega berbuat seperti itu? Aku telah menyesal menolak namja yang telah eomma jodohkan kepadaku, Park Jung Soo. Aku rela pergi meninggalkan kehidupan mewahku dan keluargaku demi seorang Byun Baekhyun. Tetapi apa? Apa? Sehari sebelum pernikahan kita, ia selingkuh dengan yeoja tak jelas itu. Tak bisa kupungkiri apa jadinya besok. Yang seharusnya kami mengatakan janji cinta di gereja. Hilang begitu saja. Bagaikan mimpi buruk bagiku.
[Baekhyun Pov]
Sudah pukul 10 malam? Dan aku belum menemukan Taeyeon. Aku sungguh menyesal meninggalkan ia saat di toko tadi. Jika saja aku tidak meninggalkannya dan menabrak yeoja itu, tidak mungkin akan menjadi seperti ini.
"Chagi maafkan aku. Ini semua hanyalah salah paham" Aku berteriak mencari Taeyeon di sepanjang jalan. Namun nihil. Tak kutemukan sosok 'Princess' ku. Aku makin khawatir terhadapnya.
Setengah jam aku mencari.
"Taeyeon?" Aku menemukan Taeyeon sedang bersender didepan toko roti yang sedang tutup di pinggir jalan sepi. Matanya bengkak. Ia juga tidak memakai sepatu heelsnya.
"Chagi kumohon sadarlah" aku memeluk taeyeon dan tak kusangka. Darah mengalir dari punggungnya. Aku tak mengerti.
[Flashback]
[Taeyeon Pov]
"Hey yeoja cantik! Serahkan tasmu itu atau kau akan.." Ketiga namja menyeramkan itu mengeluarkan pisaunya dan menunjukkan pisau itu ke arah leherku. Aku tak tahu harus berbuat apa.
"Andwae!! Menjauhlah dariku! Atau aku akan berteriak sekeras mungkin"
"Hahaha. Silahkan saja nona manis. Berteriaklah sesuka mu. Lagi pula tak akan ada yang mendengarmu. Kau lihat? Hanya ada kau dan kamu saja. Haha" Aish memang benar. Jalan ini begitu sepi. Kemana Baekhyun? Ah aku lupa, dia bukanlah pacarku lagi.
'Tamatlah riwayatku' gumamku yang semakin lama namja menyeramkan itu semakin dekat denganku. Aku tak bisa berbuat apapun karena tubuhku menabrak tembok.
"Saranghae Baekhyun. Maafkan aku atas kegagalan pernikahan kita. Saranghaeyo"
[Baekhyun Pov]
Ku kenakan jas putih dengan pita hitam yang tertempel di saku jasku. Yoona tak dapat berhenti menangis sedari tadi. Aku menggenggam tiga buah permen kapas dengan warna yang berbeda. Membayangkan sosok lembut seorang Taeyeon yang berada dalam genggaman tanganku. Namun mustahil. Ia sudah tenang di sana.
"Saranghae Baekhyun. Maafkan aku atas kegagalan pernikahan kita. Saranghaeyo"
Tes.. tes..
Lagi lagi airmataku jatuh. Semakin deras ketika mendengar perkataan terakhir Taeyeon.
Ia mengatakan 'Saranghae'. Ia masih mencintaiku.
"Nado saranghae chagi. Baebahagialah kau di sana"
Jeng jeng jeng... Haha garing kah? Emang iye :v